|Selamat Datang| Welcome|
|Situs kami ini (aditya-mi.com) telah dikunjungi sebanyak: |Our site (aditya-mi.com) has been visited by:|

713

|kali|time|

CV Aditya Media Informatika

GET General Perspectives

|Bekerja keras dalam diam, selalu mengucap syukur atas setiap pertolongan yang telah Allah berikan, Man Jadda Wa Jada|
|Work hard in silence, always giving thanks for every favor Allah Only give, Man Jadda Wa Jada|

|MENGAPA HARUS MEMILIH CV ADITYA MEDIA INFORMATIKA, sebagai salah satu solusi IT?|
|WHY MUST CHOOSE CV ADITYA MEDIA INFORMATIKA, as one of the IT solutions?|

|Karena, secara Individu adalah pekerja yang memahami apa yang memjadi keinginan, kemauan dan harapan serta target dari Pemilik atau Manajemen Puncak secara resmi dan didokumentasikan dengan baik sebagai perintah atau arahan atau keputusan yang mengikat, baik ke dalam atau keluar, secara cepat dan mudah beradaptasi, efektif dan efisien, humanis |Because, Individuals are workers who understand what makes the desires, wishes and expectations and targets of the Owner or Top Management formally and well documented as an order or directive or decision to tie in, both very self-aware, fast and good at adapting, effective and efficient, humanist|

|Karena, secara Kerja Tim adalah para pekerja yang siap, bersedia, mau dan mampu untuk bekerja bersama, terpadu, utuh, tegar dan mandiri untuk dapat mencapai target dengan sukses tanpa ekses, bekerja secara militan diantara setiap kesempatan yang ada, Insya Allah |Because, in Team Work are workers who are ready, willing, willing and able to work together, integrated, intact, strong and independent to be able to achieve targets successfully without excesses, fight militantly between every opportunity, Inshaa Allah|

Selalu memprioritaskan pola implementasi akan Fungsi Layanan dan Fungsi Kajian, dengan ruang lingkup Tugas, Fungsi, Wewenang dan Tanggung Jawabnya |Always prioritize the implementation pattern of the Service and Study Functions with their scope of duties, Duties, Authorities and Responsibilities|

Insya Allah mampu bekerja sesuai dengan sasaran atau target yang diharapkan, melalui mekanisme proses Supervisi, Pantau, Evaluasi dan Pelaporan yang baik dan benar. Insya Allah dapat melakukan kegiatan Koordinasi dan Konsultasi, baik secara vertikal maupun horizontal untuk mendukung beban pekerjaan target yang diberikan, baik secara Individu maupun Kerja Tim |Inshaa Allah is able to work in accordance with the targets or targets expected, through the mechanism of the process of Supervising, Monitoring, Evaluation and Reporting that is good and right. Inshaa Allah can carry out Coordination and Consultation activities, both Vertically and Horizontally to support the burden of the target work given, both Individual and Team Work

"|TULIS"lah apa yang di"KERJA"kan dan "KERJA"kanlah apa yang di "TULIS" "|WRITE" what was "DONE" and "DOING" what after at "WRITTEN|"

|Pandangan Umum |General Perspectives| Get Benefits AMI

|SELAYANG PANDANG TENTANG PENTINGNYA KOMUNIKASI DUA ARAH DAN ADANYA KONTRIBUSI YANG BERSINERGI DALAM MENSUKSESKAN TANPA EKSES PROSES TAHAPAN MATA RANTAI PEKERJAAN SECARA TERPADU UTUH TEGAR DAN MANDIRI |UNDERSTANDING ON THE IMPORTANCE OF TWO-WAY COMMUNICATION AND THE EXISTENCE OF CONTRIBUTIONS THAT HERBY IN SUCCESSING WITHOUT EXECUTION OF THE PROCESS OF WORKING EYE CHAIN PROCESSES|

|Perencanaan yang di susun dan diatur dan disepakati dengan sedemikian matang, baik dan benar, itu sudah dianggap 80% dari pencapaian keberhasilan atas target. Artinya yang 20% lagi itu adalah hasil kinerja atas pencapaian berdasarkan Implementasi dari perencanaan tersebut |Planning that has been prepared and arranged and agreed with in such a mature, good and right, it has been considered 80% of the achievement of success on the target. This means that the remaining 20% is the result of performance on achievement based on the implementation of the plan|

|Perencanaan (biasanya) secara berkala dilakukan oleh pihak Manajemen Puncak atau pemangku kebijakan, karena kegiatan ini merupakan dasar atau awal dari segala galanya, artinya..... mau nantinya di buat apa, mau di bawa kemana dan untuk apa? dampaknya seperti apa?, untuk jangka waktu berapa lama?, siapa-siapa saja Penanggung jawab pribadi yang terlibat langsung atau tidak langsung, ditunjuk untuk bertanggung jawab penuh atas setiap Perencanaan dan Proses serta Progres tingkat keberhasilan per item kegiatan-kegiatannya. Karena itu semuanya haruslah jelas, secara detail dan sampai keperhitungan sekecil kecilnya, dimulai dari waktu persiapan kegiatan, pelaksanaan, akhirnya seperti apa sampai dengan berapa banyak yang harus dibutuhkan, baik dari sisi kebijakan, aturan, Prosedur Operasi Standar, Finansial, Akuntansi, tenaga kerja, alat/mesin, sarana pra sarana dan lain lain. Dikemas dalam sebuah file tabel matriks berupa Pengendalian Dokumen-dokumen dengan nama "RANCANGAN PERENCANAAN ANGGARAN DAN BELANJA" (RAPB). Kemudian dilanjutkan dengan dilakukannya proses tahap kedua, berupa pematangan perhitungan yang lebih tendensius/autis dan dapat dipertanggung jawabkan oleh team Finance dan Accounting dalam proses lanjutan berupa verifikasi dan koreksi serta validasi Penganggaran/Budgeting, sehingga dapat terlihat jelas sebagai tolak ukur acuan/pedoman, dimana semua angka angka estimatasinya per item kegiatannya sebagai Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan (UYHD). |Planning (usually) is carried out regularly by the Top Management or policy makers, because this activity is the basis or the beginning of everything, meaning ... what will you do later, where do you want it and what you want it for? what kind of impact ?, for what period of time?, whoever The person responsible personally involved directly or indirectly, is appointed to take full responsibility for each Planning and Process and Progress rate of success per item of its activities. Therefore everything must be clear, in detail and up to the smallest calculation, starting from the time of preparation of activities, implementation, finally what sort of up to how much should be needed, both in terms of policies, rules, Standard Operating Procedures, Financial, Accounting, labor , tools / machinery, pre facilities and others. Packed in a matrix table file in the form of Document Control with the name "BUDGET AND SHOPPING PLANNING DESIGN" (RAPB). Then proceed with the second stage of the process, in the form of maturation of a more tendentious / autistic calculation and can be accounted for by the Finance and Accounting team in the continued process of verification and correction and validation of the Budgeting / Budgeting, so that it can be clearly seen as a benchmark reference / guideline, where all the estimated figures per item of activity are Money to be Responsible (UYHD).|

|Setelah itu, hasil dari verifikasi, di koreksi dan validasi serta di analisa lebih terperinci lagi oleh Tim Keuangan dan atau Akunting untuk dikaji dari sisi KEMAMPUAN perusahaan dan apakah BERDAYA GUNA dan memiliki MANFAAT?. Apabila dari hasil kajian dan analisa Tim Keuangan dan atau Akutansi dinyatakan LOLOS dan DI SETUJUI karena memenuhi persyaratan dasar, maka dapat di lanjutkan ke proses tahap ketiga, dengan dilakukan Pembinaan dan Pengembangan, terhadap semua item kegiatan pekerjaannya. Di dalam proses ini akan di berikan catatan catatan dari sudut pembinaan dan pengembangan terhadap semua usulan rancangan dan anggarannya, ini sangat penting sekali untuk ditindaklanjuti ke tahapan tahapan berikutnya, seperti dilakukannya Penelitian dan Evaluasi, Penjadwalan, dilanjutkan dengan Perekrutan Sumber Daya Manusia, setelah diseleksi dan luus tes dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan bagi peserta 10 besar terbaik dilanjutkan dengan Pelatihan Untuk Pelatih (TOT), diberikan Motivasi, setelah itu dilakukan proses Implementasi yang disesuaikan dengan penempatan pekerjaannya atas Tugas, Fungsi, Wewenang dan Tanggung jawabnya masing-masing, setelah itu harus dilakukan secara terus menerus Mata rantai Pekerjaan Jasa atau produksi, dalam bentuk Pengawasan dan Pemantauan hasil baik secara langsung atau tidak langsung, Kegiatan atas Pengendalian Kualitas atau Mutu secara ketat, serius dan berkala (di mulai dari pemeriksaan Pengendalian Mutu tahap awal, berkelanjutan sampai dengan Tahap akhir), Pelayanan Prima dan Kajian Kelayakan, dengan ruang lingkup dan Sasaran Pemasaran yag disesuaikan berdasarkan KEMAMPUAN dan bukan KEMAMPUAN |After that, the results of verification, correction and validation are analyzed in more detail by the Finance and or Accounting Team to be examined from the capability of the company and is it USEFUL and has BENEFITS?. If the results of the study and analysis of the Financial and / or Accounting Team are declared PASSED and AGREED because they meet the basic requirements, then it can proceed to the third stage of the process, with guidance and development, for all items of work activities. In this process notes will be provided from the point of guidance and development of all proposed designs and budgets, this is very important to be followed up to the next stages, such as conducting Research and Evaluation, Scheduling, followed by Recruitment of Human Resources, after selection and The test will be continued with Training activities for the top 10 best participants followed by Training for Trainers (TOT), given Motivation, after which the implementation process will be adjusted to the job placement for their respective Duties, Functions, Authorities and Responsibilities, after which it must be carried out continuously Chain of Service or production Work, in the form of Supervision and Monitoring of results either directly or indirectly, Activities on Quality Control are strictly, seriously and periodically (starting from the inspection of Quality Control at the initial stage, continuing to the Stage end), Excellent Service and Feasibility Study, with the scope and Target of Marketing which are adjusted based on ABILITY and not ABILITY|

Benefits

Get "MENGANTISIPASI SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT"
"ANTICIPATE BEFORE IT'S TOO LATE"

|1. Sebagai salah satu Mitra usaha Solusi TI yang dapat dipercaya, sukses tanpa ekses|
|1. As one of the business partners of a reliable, successful IT Solution without excesses|


|2. Dapat memberikan berbagai opsi untuk solusi TI, baik diminta atau tidak diminta oleh Pemilik dan atau Manajemen Puncak|
|2. Can provide various options for IT solutions, whether requested or not requested by the Owner and / or Top Management|


|3. Berusaha untuk selalu memprioritaskan berjalan dengan baik dan benar akan Fungsi Layanan dan Fungsi Kajian|
|3. Trying to always prioritize going well and correctly on the Service Function and Study Function|


|4. Memberikan dukungan penuh untuk setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh manajemen puncak secara sistemik, dengan memaksimalkan berjalannya integrasi antara modul dan sub modul yang ada dan termasuk dengan rencana pengembangan Modul-mudul yang akan datang|
|4. Provide full support for every policy issued by top management systemically, by maximizing the integration between existing modules and sub-modules and including plans for developing future modules.|


|5. Memberikan rasa aman, rasa nyaman, rasa memiliki, rasa keperduian terhadap pemilik dan Manajemen Puncak yang kuat dan mandiri serta penuh inovasi dan motivasi|
|5. Provide a sense of security, comfort, ownership, a sense of empathy for owners and top management that is strong and independent as well as full of innovation and motivation|


|6. Dapat membantu pihak Manajemen Puncak dalam memciptakan dan mendorong adanya perubahan cara berpikir dan pola kebiasaan, dari pekerja keras menjadi pekerja cerdas yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya serta sfektif dan efisien serta tahan lama dan berdaya guna|
|6. Can help the Top Management in creating and encouraging changes in ways of thinking and habit patterns, from hard workers to smart workers who are responsible and trustworthy and effective and efficient as well as durable and efficient|


|7. Sebagai salah satu solusi dalam akselerasi perolehan hasil kinerja yang tepat, cepat, efektif dan efisien dan berkelanjutan|
|7. As one of the solutions in accelerating the acquisition of precise, fast, effective and efficient and sustainable performance results|


|8. Dapat digunakan sebagai referensi dalam menjalankan Tugas, Fungsi, Wewenang dan Tanggung jawab di setiap gugus tugas beban kerja|
|8. Can be used as a reference in carrying out Tasks, Functions, Powers and Responsibilities in each workload task force|


|9. Dapat memberikan solusi Efisiensi dalam Fungsi Mengawasi, Mengawasi, Mengevaluasi, dan Melaporkan dengan baik dan benar serta bertanggung jawab|
|9. Can provide efficiency solutions in the Supervising, Supervising, Evaluating, and Reporting functions properly and correctly and responsibly|




"MENGANTISIPASI SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT"
"ANTICIPATE BEFORE IT'S TOO LATE"

Get Service Products AMI

SUDUT PANDANG
VIEWPOINT


|13 April 2018|
|April 13 '2018|

|Sering kali kita mendengar atau melihat langsung, perusahaan yang sebelummya telah memberikan lahan pekerjaan dengan omzet yang Masya Allah bertahun tahun lamanya, tiba-tiba dalam sekejap waktu terkena kebangkrutan atau penurunan drastis dari usahanya?, yang berakibat harus mengencangkan ikat pinggang, sehingga terjadi PHK besar-besaran yang berujung dengan kebijakan yang paling tidak menyenangkan.|
|Often times we hear or see firsthand, companies that have previously provided jobs with a turnover that Masya Allah for years, suddenly suddenly fall into bankruptcy or a drastic decline in their business? Which results in having to tighten their belts, resulting in major layoffs. - oversize that culminates in a most unpleasant policy.|


|Baiklah, sebelum kita masuk ke intinya inti, banyak sekali kita mendapatkan pencerahan atau pun analisa dari ahli nya ahli di berbagai sumber media, baik melalui website atau blog, Youtube, Facebook, tweeter, line dan instagram serta di forum linked ini.:|
Well, before we get to the bottom line, we get a lot of insight or analysis from experts who are experts in various media sources, either through websites or blogs, Youtube, Facebook, tweeter, line and Instagram as well as on this linked forum.|


|Khususnya mengenai siapa yang menjadi penyebab terbesar atau pihak yang ikut serta membuat perusahaan tersebut harus Mati Pelan Pelan, dengan di vonis diagnosa akhir mengidap penyakit kronis stadium 4 yang harus segera di amputasi? Misalnya, dimana sebelum nya terlihat sehat dengan menikmati banyak kesuksesan tanpa ekses, sangat ironis memang|
|Specifically regarding who is the biggest cause or the party who participated in making the company have to die slowly, with a final diagnosis of stage 4 chronic disease which must be amputated immediately? For example, where before it looked healthy by enjoying a lot of success without excess, it is very ironic indeed.|


|Sebenarnya jika mau jujur, sudah barang tentu banyaklah para ahli analisa kebijakan, yang mengantonginya jam terbang yang super duper tinggi, tahu sekali akan sumber akar permasalahannya, dengan berdasarkan hasil telusur secara pemeriksaan internal, dengan menghasilkan resume dan analisa sebagai berikut:
|Actually, if you want to be honest, of course there are a lot of policy analysis experts, who have super duper flight hours, know very well the root cause of the problem, based on the results of an internal inspection, by producing the following resume and analysis:|


|1. Kebijakan Manajemen Puncak yang tidak berpihak kepada Visi Misi dan Filosopi, 2. Mengabaikan pola efektif dan efisien 3. Atasan langsung atau tidak langsung yang ditunjuk tidak layak, (karena masih ada hubungan family dengan pemilik) 4. Pekerja atau pegawai langsung atau tidak langsung yang tidak diberi kesempatan untuk berkarya? 5. Tidak mampu memanage Permasalahan yang ada, baik masalah yang di ulang ulang atau masalah yang jarang terjadi tapi sangat merugikan, alias menyukai permasalahan 6. Sangat tidak Piawai dalam penanganan Progress by project yang tidak dinkawal dari hulu ke ilir 7. Yang penting lagi adalah, sangat Tidak Memiliki rasa sebagai Pemilik, dari level bawah sampai dengan level puncak 8. Manajemen keuangan sistem warung kelontong
|1. Top Management Policies that are not in favor of the Vision, Mission and Philosophy, 2. Ignoring the effective and efficient pattern 3. Direct or indirect superiors who are appointed are not appropriate, (because there is still a family relationship with the owner) 4. Direct or indirect workers or employees who are not given the opportunity to work? 5. Not able to manage existing problems, both problems that are repeated or problems that rarely occur but are very detrimental, aka like problems 6. Very not good at handling Progress by projects that are not started from upstream to downstream 7. What is important is, very Do not have a sense of ownership, from the lower level to the top level 8. Financial management of the grocery store system|


|Memang menurut banyak pihak, Pada dasarnya, bahwa aset terbesar sebuah perusahaan adalah Pekerja/Pegawai yang bisa juga dijadikan kambing hitam dari permasalahan, selain Keuangan, Bahan Baku, Alat dan Pengelolaan.|
|Indeed, according to many parties, basically, that the biggest asset of a company is the Worker / Employee who can also be the scapegoat of the problem, apart from finance, raw materials, tools and management.|


|Pengalaman Saya selama ini menjadi seorang Motivator dalam kegiatan Penyegaran atau Pelatihan di berbagai tempat di lingkungan Rumah Sakit dan Perusahaan, banyak sekali mendapat masukan dan keluhan yang diterima, baik langsung atau tidak langsung dari unsur Pemilik dan Para Manajemen Puncak serta Para pekerja level atas, yang menyinggung soal kinerja para bawahannya langsung atau tidak langsung, yaitu para pegawainya|
|My experience so far has been a Motivator in Refreshing or Training activities in various places in the Hospital and Company environment, I have received a lot of input and complaints, either directly or indirectly from the elements of the Owners and Top Management as well as top level workers, who alluding to the performance of his subordinates, directly or indirectly, namely his employees.|


|Akan tetapi, sesungguhnya jika kita lihat lebih dalam dari sisi internal ( Pemilik dan para Manajemen Puncak serta para pekerja level atas) sangat tidak menyadari, bahwa sebenarnya mereka jugalah yang turut andil akan permasalaha tersebut. Kenapa ini semua bisa terjadi?, mungkin diantaranya karena faktor budaya atau kebiasaan, arogansi dan tekanan serta tuntutan yang di kejar, sehingga terlewatkan, bahwa ternyata itu semua tidak jarang sebenarnya telah dimulai dan menjadi kebiasaan dari level atas yang terkadang menjadi akar dari permasalahan itu sendiri. Sebagai contoh mudahnya saja, adalah:|
|However, in fact, if we look deeper from the internal side (Owners and Top Management as well as upper-level workers) are completely unaware, that in fact they are also the ones who contributed to these problems. Why can all of this happen? Maybe due to cultural or habitual factors, arrogance and pressure and demands that are being pursued, so that it is overlooked, that it turns out that all of this often actually has started and has become a habit from the top level which sometimes becomes the root of the problem itself. As a simple example, are:||


|Tidak tertib administrasi, Jika memiliki aplikasi berbasis Organisasi Standar Internasional (ISO) dengan berdasarkan Prosedur Operasi Standar (SOP) dan Memo Internal, tapi tidak dijalankan secara baik dan benar hanya formalitas, dimana dalam praktiknya tidak dapat mengukur akan fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab masing masing, karena sebagai team work yang dibentuk secara struktural tidak berjalan dengan baik dan benar karena faktor ego sektoral, sehingga ke-AKU-an individu lebih dominan.|
|Irregular administration, if you have an application based on the International Standards Organization (ISO) based on Standard Operating Procedures (SOP) and Internal Memos, but it is not carried out properly and correctly, only formality, which in practice cannot measure the functions, duties, powers and responsibilities each of them answered, because as a structurally formed team work did not go well and correctly due to sectoral ego factors, so that individual I-I was more dominant.||


|Tidak ada pengawasan melekat, Karena tidak adaya aplikasi yang di bangun sebagai IT Solustion, secara Integrasi dari Bagian terdepan sampai dengan Keuangan secara paripurna
Tidak ada Supervisi, Monitoring dan Evaluasi serta pelaporan secara berkala dan berdokumen
Tidak ada pembinaan atau contoh ke bawahan, tapi lebih banyak instruksi kaku, terkesan kalau salah adalah tanggung jawab bawahnnya.|

|There is no inherent supervision, because there is no application that is built as an IT solution, in full integration from the forefront to finance
There is no Supervision, Monitoring and Evaluation as well as periodic and documented reporting
There is no guidance or example to subordinates, but more rigid instructions, it seems that mistakes are the responsibility of the subordinates.|


|Terus ini semua artinya apa?, jika selalu dimulai dengan kata "TIDAK"?|
|So what does all this mean? If it always starts with "NO"?|


|Jika ini semua terjadi, maka perusahaan yang begitu terlihat hebat ini, ternyata di dalamnya begitu rapuh, sudah terlihat tidak sehat, tidak kompak, tidak transparan, para oknum hati bengkok akan mengeruk keuangan perusahaan dengan kesempatan atas kesempitan, karena pekerjaannya tidak akan bisa di kontrol.|
|If all this happens, then this company that looks so great, turns out to be in it so fragile, looks unhealthy, uncooperative, not transparent, people with crooked hearts will take the company's finances with a chance of being narrow, because their work will not be controlled .|


|Terus jika sudah begini, pasti yang akan disalahkan adalah pegawai atau bawahannya?|
|Then if it's like this, surely the ones who will be blamed are the employees or their subordinates?|


|Ironis sekali jika ini terjadi di sebuah perusahaan yang sangat berhubungan dengan fungsi layanan dan kajian? yang sebenarnya mereka pun tidak dapat melayani dan mengkaji dirinya sendiri secara internal|
|How ironic is this to happen in a company that is closely related to service and review functions? in fact they also cannot serve and examine themselves internally|


|Hanya Sebuah Catatan Kaki Kecil|
|Just A Little Footnote|


|Tugas, Fungsi, Wewenang dan Tanggung Jawab|
|Duties, Functions, Authorities and Responsibilities|


|Pengawasan, Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan|
|Supervision, Monitoring, Evaluation and Reporting|


|Fungsi Layanan dan Kajian|
|Service and Study Functions|


|Bekerja dengan "KERAS", "CERDAS", "IKHLAS" dan "TUNTAS"|
|Working with "HARD", "INTELLIGENT", "EXECUTIVE", and "THROUGH"|


|Produk Layanan|
|Service Products|

"ADITYA MEDIA INFORMATIKA" (AMI)

"ADITYA MEDIA INFORMATIKA" (AMI) , adalah nama dan alias perusahaan Produk Layanan Solusi TI atau Rumah Perangkat Lunak dari CV ADITYA MEDIA INFORMATIKA sebuah perusahaan yang menyediakan perangkat lunak berkualitas dan sesuai dengan iklim bisnis di Indonesia. Berikut ini adalah "AMI"

"ADITYA MEDIA INFORMATIKA" (AMI) , is the name and alias of an IT Solution Service Product company or Software House from CV ADITYA MEDIA INFORMATIKA , a company that provides quality software and is in accordance with the business climate in Indonesia. The following are the "AMI" Services Products:

Get Contact AMI

 |Pengembangan Perangkat Lunak Solusi TI dan Desain Produk|
 |Software House Development of IT Solution and Product Design|

|Fokus pada proses pembuatan dan atau pengembangan perangkat lunak. Membuat perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagai solusi TI terbaik untuk dapat bekerja dengan cerdas dan tidak hanya bekerja keras. Lebih efektif dan efisien, berdaya guna serta akselerasi yang dapat dipertanggung jawabkan dan terpercaya|
|Focus on the process of making and / or developing software. Make software to meet everyday needs, as the best IT solution to be able to work smart and not just work hard. More effective and efficient, efficient and acceleration that can be accounted for and trusted|

01. Hospital Management System (SIMRS HMS)

02. Add On List For SIMRS HMS App:
02.1.1. Android-Based Mobile APP Version
For Policlinic Patient Reservations
02.1.2. BPJS Online Patient Version Queue System
02.1.3. BPJS Digital Version Claim System
02.1.4. Laboratory Informasion System (LIS)|Interface Connection Tools. With Automatic SIMRS HMS Applications. Note there is a Protocol Manual Book|

02.1.5. EMR (Elektronic Medical Record)|
02.1.5.1. EMR Installation Of Emergency Care (IRD)
02.1.5.2. EMR Birthing Room (VK)
02.1.5.3. EMR Policlinic Specialisis (IRJ)
02.1.5.4. EMR Installation Of Central Surgery (IBS)
02.1.5.5. EMR Installation Of Hospitality (IRI)
02.1.5.6. EMR Hemodialysis (HD)

02.1.6. Anjungan Mandiri Pendaftaran Pasien dengan cara Bayar BPJS|
|Pasien cukup datang dengan membawa Surat Rujukan, dan Surat Rujukan tersebut di pindai di anjungan. Kemudian bila nomor rujukannya benar, Pasien tinggal memilih nama dokter, maka sistem akan segera mencetak Surat Eligibitas Pasien (SEP) secara otomatis dan terdaftar sebagai Pasien dokter Tersebut|
|Independent Patient Registration Platform by Paying BPJS|
|Patients only need to come with a Referral Letter, and the Reference Letter is scanned in the bridge. Then, if the referral number is correct, the patient just needs to choose the name of the doctor, the system will immediately print the Patient Eligibility Letter (SEP) automatically and registered as that patient|

03. Clinic Management System (CMS)

04. Enterprise Resource Planning (ERP)

05. Customer Relationship Management (CRM)

06. Medical Check Up (MCU)

07. Point Of Sales (POS)

08. Purchasing System

09. Inventory Management System

10. Dashboard Management

11. Accounting system

12. Human Resource Development System



 IT Consultant

|Di era transformasi digital, perusahaan sibuk merancang strategi untuk mengubah semua proses kerja sehingga semuanya menjadi tanpa kertas. Ini tentu saja membutuhkan proses yang begitu terperinci dan terperinci. Ini agar seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan tidak berbenturan dengan operasi rutin harian yang harus terus berjalan. Meskipun perusahaan Anda merasa yakin bahwa ia dapat melakukan transformasi digital, konsultan teknologi informasi di era transformasi digital masih diperlukan agar semua perencanaan dan desain dapat berjalan dengan lancar dan ini untuk mencegah peristiwa downtime operasional selama proses. Kami tidak dapat menyangkal bahwa peran konsultasi teknologi informasi sangat penting dengan berbagai langkah strategis yang disarankan untuk perusahaan Anda seperti berikut: Pelajari semua rangkaian proses dalam suatu organisasi sambil mengenal semua sistem informasi yang ada Mendesain ulang desain sistem dari proses yang tersedia sebagai langkah penyederhanaan sehingga organisasi lebih cepat dalam pelaksanaan pekerjaannya. Menyediakan fasilitas cadangan dan pengembalian sebagai langkah cadangan untuk semua pekerjaan. Jika perusahaan Anda sudah memiliki pemulihan bencana, maka perusahaan Anda siap untuk ini. Penggunaan sistem DevOps dalam lingkungan virtual, yang terbaik untuk menggunakan platform containerization Docker. Buat berbagai otomatis yang dibutuhkan dalam pekerjaan rutin. Layanan pembuatan cetak biru TI, diagram alur, tata letak, Memo Internal (Dokumen sebelum Prosedur Operasi Standar) di suatu perusahaan. Baik itu dalam bentuk fasilitas pendukung seperti perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan lain serta antivirus dan keamanan|
|In the era of digital transformation, companies are busy designing strategies to change all work processes so that everything becomes paperless. This of course needs a process that is so detailed and detailed. This is so that the entire process can run smoothly and not clash with daily routine operations that must continue to run. Even though your company feels confident that it can carry out digital transformation, information technology consultants in the era of digital transformation are still needed so that all planning and design can run smoothly and this is to prevent operational downtime events during the process. We cannot deny that the role of information technology consulting is so important with the various strategic steps suggested for your company such as the following: Learn all the series of processes in an organization while getting to know all existing information systems Redesigning the system design of the available processes as a simplification step so that the organization more quickly in the implementation of its work. Provides backup and restore facilities as a backup step for all jobs. If your company already has disaster recovery, then your company is ready for this. Use of the DevOps system in a virtual environment, which is best to use the Docker containerization platform. Create a variety of automatic that is needed in routine jobs. IT blueprint manufacturing services, flowcharts, layout, Internal Memos (Documents before Standard Operating Procedures) at a company. Whether it's in the form of supporting facilities such as hardware, other software and networks as well as antivirus and security.|

 IT Training

|Kami juga Insya Allah selalu siap untuk menyediakan personel Pelatih TI yang handal dan profesional di bidangnya, jika diperlukan untuk kepentingan perusahaan yang benar-benar membutuhkan pelatihan dasar atau penyegaran, termasuk pelatihan untuk Pelatih (TOT), dengan materi pelatihan yang sangat menarik, penuh dengan inovasi, motivasi dan terobosan yang menyegarkan, spesifik, target yang terukur, memberi dukungan penuh atas kebijakan dan peraturan yang berlaku, mengikuti percepatan dan lompatan langkah-langkah dalam meningkatkan produktivitas hasil kinerja sumber daya manusia yang dapat diandalkan, jujur, dapat dipercaya, terintegrasi, utuh, kuat dan mandiri, memiliki rasa memiliki, tingkat kepedulian yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan dan efisien
|We are also God willing, always ready to provide reliable and professional IT Trainer personnel in their fields, if needed for the benefit of companies that really need basic training or refreshment, including training for Trainers (TOT), with very interesting training materials, full of innovations, motivations and breakthroughs that are refreshing, specific, measurable targets, provide full support for the policies and regulations in force, follow the acceleration and leap of steps in increasing the productivity of human resources performance results that are reliable, honest, trustworthy, integrated, whole, strong and independent, have a sense of belonging, a high level of concern and can be accounted for and efficient|

 Network System Integrator

|Kami juga menyediakan layanan perencanaan dan pemasangan serta instalasi jaringan, termasuk dalam memberikan konsultasi mengenai topologi Jaringan Area Lokal (LAN) dan atau Jaringan Area Luas (WAN), yang baik dan benar, efektif dan efisien|
|IP Khusus: Pengertian serta Keunggulannya:|
|We also provide network planning and installation and installation services, including in providing consultations on topology of Local Area Networks (LAN) and or Wide Area Networks (WAN), that are good and right, effective and efficient|
|Dedicated IP: Definition and Advantages:|

 Hardware Supplier

 Webbased Application Design

|Kami juga menyediakan layanan untuk membuat Perangkat Lunak Berbasis WEB untuk aplikasi e-commerce, intranet, dan aplikasi bisnis lainnya yang dibuat dan dibangun berbasis WEB, layanan ini di luar biaya sewa untuk Hosting dan domain|
|We also provide services for making WEB-Based Software for e-commerce applications, intranets and other business applications that are made and built WEB-based, this service is outside the rental fees for the Hosting and the domain|

 IT Outsourcing

|Outsource adalah sistem yang dibuat atau dibeli dari vendor (Laudon, 2002: 438). Yang dimaksud dengan vendor adalah individu atau kelompok yang menjual produk atau layanan IT kepada organisasi yang membutuhkan layanan atau produk mereka. Vendor sendiri dapat dipisahkan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu vendor yang membuat produk dan layanan mereka sendiri yang disebut kontraktor, dan vendor yang hanya menjual produk dan layanan IT dari perusahaan lain (reseller) disebut sebagai vendor saja (Administrasi untuk Anak-anak dan Keluarga [b], 2005)|
|Outsource is a system that is made or purchased from a vendor (Laudon, 2002: 438). What is meant by vendors are individuals or groups who sell IT products or services to organizations that need their services or products. Vendors themselves can be separated into 2 (two) parts, namely vendors who make their own products and services called contractors, and vendors who only sell IT products and services from other companies (resellers) are referred to as vendors only (Administration for Children and Families [b] , 2005)|

|Perbedaan istilah yang digunakan oleh Laudon dan Martin dijelaskan oleh Schwalbe (2002: 336) sebagai berikut: Dalam manajemen proyek, item dan / atau layanan yang diperoleh dari sumber di luar organisasi (pemasok, vendor, subkontraktor, penjual, dll.) Adalah diatur dalam metode yang disebut pengadaan | Dalam istilah bisnis, pengadaan diganti dengan istilah pembelian | Sementara di bidang teknologi informasi, istilah pengadaan diganti dengan outsourcing|
|The different terms used by Laudon and Martin are explained by Schwalbe (2002: 336) as follows:|In project management, an item and / or service obtained from sources outside the organization (suppliers, vendors, subcontractors, sellers, etc.) is regulated in a method called procurement|In business terms, procurement is replaced by the term purchasing|While in the field of information technology, the term procurement is replaced by outsourcing|

|Saat ini banyak perusahaan besar lebih suka membeli paket sistem dari vendor rumah perangkat lunak daripada harus membuat sistem sendiri yang diperlukan. Ini umumnya dimotivasi oleh keinginan perusahaan untuk memperoleh manfaat biaya. Selain itu, kurangnya sumber daya manusia yang terampil di bidang sistem informasi juga merupakan salah satu alasan mengapa perusahaan lebih memilih untuk membeli sistem yang dibutuhkan|
|Today many large companies prefer to buy system packages from a software house vendor rather than having to make their own systems that are needed. This is generally motivated by the desire of the company to obtain cost benefits. In addition, the lack of skilled human resources in the field of information systems is also one of the reasons why companies prefer to buy the systems needed|

|Kurangnya SDM ini akan lebih terasa jika sistem dibuat sendiri, terutama jika kebutuhan perusahaan untuk sistem cukup besar (yang umumnya lebih dari 1 jenis). Jika sumber daya yang ada di perusahaan dialokasikan untuk membangun sistem (yang tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama), maka proyek sistem informasi lainnya tentu akan tertunda dalam pelaksanaannya, terutama jika sumber daya lain tidak tersedia (proyek sistem pada antrian) Ternyata fenomena memilih untuk membeli perangkat lunak atau sistem tidak hanya dilakukan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh perusahaan kecil|
|This lack of HR will be more pronounced if the system is made on its own, especially if the company needs for the system is quite large (which is generally more than 1 type). If the existing resources in the company are being allocated to build a system (which of course requires quite a long time), then other information system projects will certainly be delayed in implementation, especially if other resources are not available (system project on queue)|It turns out that the phenomenon of choosing to buy software or systems is not only done by large companies, but also by small companies|

|Bahkan kecenderungan perusahaan kecil untuk membeli perangkat lunak atau sistem jauh lebih besar daripada perusahaan besar. Faktor utama yang memengaruhi adalah bahwa secara umum perusahaan kecil tidak memiliki sumber daya dan kemampuan yang cukup untuk membangun solusi sistem informasi, yang menyebabkan perusahaan kecil lebih suka membeli solusi sistem informasi yang siap dan siap digunakan. Ada sejumlah alasan mengapa banyak organisasi telah memilih sistem outsourcing:|
|Even the tendency of small companies to buy software or systems is far greater than large companies. The main factor influencing is that in general small companies do not have sufficient resources and capabilities to build an information system solution, which causes small companies to prefer to buy information systems solutions that are ready and ready to use|There are a number of reasons why many organizations have opted for outsourcing systems:|

|Mengurangi berbagai biaya tetap dan biaya selama proyek (biaya tetap dan berulang), seperti biaya menyiapkan perangkat keras atau perangkat lunak untuk membangun sistem | Menyediakan peluang bagi perusahaan untuk lebih fokus pada kegiatan bisnis inti mereka, seperti melayani pelanggan, pemasaran, membuat desain produk baru, dan sebagainya | Memperbaiki proses bisnis internal yang ternyata tidak seperti yang seharusnya. Ini mungkin diketahui saat mengadaptasi sistem. Dari sini organisasi dapat menilai prosedur yang ada, menggantinya dengan mengadaptasi prosedur baru|
|Reducing various fixed costs and costs during the project (fixed and recurrent costs), such as the cost of preparing hardware or software to build a system|Providing opportunities for companies to focus more on their core business activities, such as serving customers, marketing, manufacturing new product designs, and so on|Improve internal business processes that turned out to be not as they should be. This might be known when adapting the system. From this the organization can assess existing procedures, replace them by adapting new procedures|

|Berurusan dengan Proyek Sistem Outsource Salah satu tolok ukur keberhasilan proyek sistem outsourcing adalah jika organisasi puas dengan sistem outsourcing yang dipilih. Kepuasan ini dapat dicapai jika sistem outsourcing dapat memenuhi kebutuhan sistem baik sekarang dan di masa depan.|
|Dealing with Outsource System Projects One of the benchmarks of the success of an outsourced system project is if the organization is satisfied with the chosen outsourced system. This satisfaction can be achieved if the outsourced system can meet the needs of the system both now and in the future.|

|Masalah utama yang dihadapi dan harus dipertimbangkan adalah memastikan bahwa fase definisi benar-benar dipertimbangkan. Mengapa fase definisi ini perlu dipertimbangkan? Karena dalam fase definisi ini spesifikasi fungsi akan diproduksi yang sangat berguna sebagai referensi untuk memilih vendor dan sistem yang akan digunakan. Tetapi sangat disayangkan bahwa fase ini umumnya hanya 'diperhatikan' ketika berhadapan dengan vendor. 'Kebiasaan' ini muncul karena organisasi terbiasa dengan siklus hidup pengembangan sistem yang lama. Dalam siklus hidup pengembangan sistem yang lama proses sign-off persyaratan tidak fleksibel. Sementara dalam siklus hidup mengembangkan sistem baru jika perusahaan telah menandatangani kontrak dengan vendor, perusahaan telah menyetujui semua spesifikasi sistem yang disediakan oleh vendor, tetapi proses sign-off lebih fleksibel.|
|The main problem faced and must be considered is to ensure that the definition phase is really considered. Why does this phase of definition need to be considered? Because in this phase of definition a function specification will be produced which is very useful as a reference for selecting vendors and systems to be used. But it is unfortunate that this phase is generally only 'noticed' when dealing with vendors. This 'habit' arises because the organization is familiar with the old system development life cycle. In the old system development life cycle the sign-off process of requirements is inflexible. While in the life cycle of developing a new system if the company has signed a contract with a vendor, the company has agreed with all system specifications provided by the vendor, but the sign-off process is more flexible.|

 IT Management Consultants and Auditors Serving Consultant and Auditor Services in the Field of Information Technology Management

|Tata Kelola Teknologi Informasi, konsultasi dan audit teknologi informasi yang terkait dengan tata kelola | Sistem Manajemen Keamanan Informasi, layanan konsultasi dan audit keamanan sistem informasi untuk perusahaan Anda | Master Plan Teknologi Informasi, Konsultasi mengenai persiapan arsitektur dan Rencana Strategis Teknologi Informasi TI | Manajemen Layanan TI, TI Layanan Konsultasi manajemen, implementasi, dan layanan audit | Manajemen Risiko TI, implementasi Teknologi Informasi, dan layanan konsultasi audit | Layanan Manajemen TI, Implementasi & layanan konsultasi audit untuk Manajemen Jaminan TI|
|Information Technology Governance, Information technology consulting and auditing related to governance|Information Security Management Systems, Information systems security consulting and auditing services for your company|Information Technology Master Plan, Consultancy on architecture preparation and IT Information Technology Strategic Plan|IT Service Management, IT Service Management consulting, implementation, and auditing services|IT Risk Management, Information Technology implementation and audit consulting services|IT Assurance Management, Implementation & audit consulting services for IT Assurance Management|

 Migrasi Ke OS LINUX

|Kami juga melayani migrasi total dari Sistem Operasi yang saat ini digunakan ke sistem operasi LINUX. Ini dimaksudkan untuk menghindari penggunaan perangkat lunak ilegal atau bajakan untuk perusahaan yang tidak ingin membayar biaya lisensi atau tidak mampu membeli lisensi perangkat lunak yang mahal.|
We also service the total migration from the Operating System currently used to the LINUX operating system. This is intended to avoid the use of illegal or pirated software for companies that do not want to pay license fees or cannot afford expensive software licenses.

 IT Solustion

|Kami juga dapat membantu memberikan beberapa masukan tentang sejumlah pilihan yang akan diambil sebagai dasar kebijakan Manajemen Puncak, pada berbagai solusi dan kiat serta cara melakukan tata kelola yang baik pada masalah yang ada, baik dari Fungsi Layanan dan Fungsi Kajian, termasuk ruang lingkup kinerja karyawan yang ditempatkan di karyawan struktural dan atau di karyawan fungsional di perusahaan|
We can also help provide some input on a number of choices to be taken as a basis for Top Management policy, on a variety of solutions and tips as well as how to do good governance on existing problems, both from the Service Function and the Study Function, including the scope of the performance of employees who are placed in structural employees and / or functional employees in a company|

Copyright © 2021
for
CV Aditya Media Informatika